Komponen Listrik pasif dan aktif
1. Komponen listrik pasif
a. Resistor
Resistor adalah komponen elektronika yang memang didesain
memiliki dua kutup yang nantinya dapat digunakan untuk menahan arus listrik
apabila di aliri tegangan listrik antara kedua kutub tersebut. Resistor
biasanya banyak digunakan sebagai bagian dari sirkuit elektronik. Tak cuma itu,
komponen yang satu ini juga yang paling sering digunakan di antara komponen
lainnya. Resistor adalah komponen yang terbuat dari bahan isolator yang
didalamnya mengandung nilai tertentu sesuai dengan nilai hambatan yang
diinginkan.
Agar dapat menggunakan resistor dengan baik kita perlu
mengetahui beberapa hal seperti bahan pembuatnya, nilai resistansiya
[dinaytakan dalam Ohm (Ω), kiloohm (kΩ), atau megaohm (MΩ)], toleransi
(dinya’takan sebagai penyimpangan
maksimum dan minimun yang diizinkan dari nilai tertera), rating/lepasan
daya (yang harus sama atau lebih besar daripada disipasi daya maksimunnya),
derau dan perilakunya pada frekuensi tinggi (Haris, 2015).
b. Kapasitor
Kapasitor adalah perangkat yang digunakan untuk menyimpan
muatan listrik. Sebagai akibatnya, kapasitor merupakan suatu penampang
(reservoir) dimana muatan dapat disimpan dan kemudian dilepaskan secara
perlahan. Aplikasi-aplikasinya yang umum meliputi kapasitor penampung dan
kapasitor penghalus (filter) yang digunakan pada catu daya, pencampuran
sinyal-sinyal ac di antara tahapan-tahapan (stage) amplifier, dan pemisah
sinyal-sinyal dalam catu daya (dengan kata lain secara efektif mentanamkan catu
daya untuk sinyal-sinyal (Haris, 2015).
c. Induktor
Sebenarnya setiap induktor dengan sembarang bentuk selalu
mempunyai induktans, namun umumnya harganya kecil, kecuali untuk perubahan arus
dengan frekuensi yang cukup besar. Suatu bentuk kawat yang sengaja dibuat agar
mempunyai induktans relatif besar dinamakan induktor, dan umumnya berupa kumparan
kawat yang terdiri dari beberapa lilitan (Purwadi, 2010).
d. Transformator
Pada dasarnya transformator merupakan suatu komponen pasif
dengan 4 (empat) atau lebih ujung pada 2 (dua) bagian yang disebut bagian
primer dan sekunder. Transformator digunakan untuk mengubah tegangan
bolak-balik pada primer menjadi tegangan bolak-balik pada sekunder, dengan
menggunakan prinsip fluks magnetik. Tranformator juga digunakan untuk
transformasi impedansi (Haris, 2015).
2. Komponen Listrik Aktif
a. Dioda
Dioda adalah salah satu komponen aktif yang dihasilkan oleh
persambungan antara bahan semikonduktor tipe –P dan tipe –N. Komponen ini
memberikan resistansi yang sangat rendah terhadap aliran arus pada satu arah
dan resistansi yang sangat tinggi pada arah yang berlawanan. Karakteristik ini
memungkinkan dioda digunakan dalam aplikasi-aplikasi yang menuntut rangkaian
untuk memberikan tanggapan yang berbeda sesuai dengan arah arus yang mengalir
didalamnya (Haris, 2015).
b. Transistor
Transistor merupakan komponen yang sangat penting dalam
dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam
amplifier (penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik
stabil (stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian
digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecapatan tinggi. Beberapa
transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai
logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya (Wikipedia, 2016).
c. Integrated Circuit (IC)
Rangkaian terpadu (Integrated Circuit – IC) adalah tangkaian kompleks yang dibuat pada sebuah irisan kecil silikon. Rangkaian terpadu dapat memuat 10 hingga lebih dari 100.000 perangkat aktif (transistor dan dioda). Bahkan beberapa aplikasi khusus (seperti penguat level tinggi), rangkaian terpadu telah menggantikan sebagian besar rangkaian diskrit konvensional.
Rangkaian terpadu dibagi menjadi dua kelas umum, linier
(analog) dan digital (TTL, Transistor, Transistor logic). Contoh tipikal dari
rangkaian terpadu linier adalah operasional Amplifier (Op-Amp). Sedangkan
contoh tipikal dari rangkaian terpadu digital adalah gerbang-gerbang logika.
Sejumlah perangkat menjembatani jurang pemisah antara dunia analog dan digital
seperti cinverter analog - digital
(ADC), converter digital – analog (DAC), dan pencacah waktu (timer) (Haris,
2015).







Komentar
Posting Komentar